![]() |
| kondisi pelabuhan midai |
Pelabuhan Pelni di Kecamatan Midai, belum rampung. Padahal sudah berlangsung tiga tahun. Hingga saat ini pembangunan pelabuhan masih tahap pembancangan tiang. Pembangunan pelabuhan pelni yang dibangun dari APBN, sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2013 lalu. Pelabuhan ini diharapkan bisa melayani penumpang KM Bukit Raya.
Selama ini, penumpang Pelni harus berjangkit dari pompong, untuk melompat ke tangga Kapal Bukit Raya. Sebab perairan yang dangkal, sehingga kapal tidak bisa merapat. Camat Midai Suherman mengaku, pelabuhan pelni yang sedang dibangun masih proses memancang tiang. Tetapi belum semua tiang selesai.
“Masih belum selesai pacang tiang, tahun ini tidak ada aktivitas,” sebut Suherman, Selasa (29/9) kemarin. Dikatakan Suherman, berdasarkan laporan dinas perhubungan, pelabuhan pelni di Midai sudah masuk tahap ke tiga tahun 2015 ini.
“Laporannya Kepala Dinas Perhubungan, Rp 100 miliar anggaran pelabuhan pelni di Midai, tahun ini sudah tahun ketiga,” ujar Suherman. Pelabuhan pelni di Midai, katanya, panjangnya mencapai 110 meter, belum termasuk jalannya. Sementara progres baru selesai pemancangan untuk jalan. “Kami sangat berharap pelabuhan pelni ini cepat selesai. Hanya pelabuhan ini sarana transportasi menyeberang masyarakat,” tutur Suherman.
Sebelumnya kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Wan Siswandi mengatakan, pembangunan pelabuha pelni di Kecamagan Midai masih dilanjutkan dan selesai ditahun ketiga pengerjaan. Pembangunan juga disejalankan serentak dengan pelabuhan pelni di Serasan dan pelabuhan perintis di Pulau Laut. Pengerjaan bertahap selama tiga tahun.
